Minggu, 29 Oktober 2023

Beringin


Pohon Beringin

Pohon Beringin memiliki nama spesies Ficus benjamina L. Menurut Heyne (1987) dalam buku Tanaman Kultural dalam Perspektif Adat Jawa karya Purnomo, pohon ini memiliki nama lokal ringin dan waringin di Jawa dan Caringin di Sunda. Pohon Beringin memiliki bentuk yang besar dan berbatang tegak dengan tinggi hingga 35 meter atau lebih. Ia mempunyai kanopi berbentuk bulat. Pohon Beringin memiliki keunikan berupa akar gantung yang menjadi lambang Pancasila Sila Ketiga. 

Pohon Beringin memiliki 6 bagian yaitu:

  1. Akar (berakar tunggang dan berwarna cokelat)
  2. Batang (berbentuk seperti silindris percabangan simpodial)
  3. Daun (sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis)
  4. Bunga (bentuk kelopak seperti corong dengan warna hijau)
  5. Buah (buah buni yang berdaging tebal)
  6. Biji (bentuknya bulat berwarna putih dan keras)

Pohon Beringin memiliki manfaat yaitu untuk melestarikan sumber mata air. Penanaman pohon dengan karakteristik perakaran yang kuat, tumbuh ke dalam dan jumlahnya banyak sangat baik untuk membuka rekahan tanah. Sehingga titik mata air akan bertambah seiring dengan pertumbuhan ukuran akarnya. Perakaran beringin dianggap mampu menembus lapisan air tanah dangkal dan dapat membuka aliran permukaan baru sehingga menjadi mata air. Oleh karena itu, pohon ini mempunyai jasa lingkungan yang sangat bermanfaat untuk kelestarian mata air, penahan erosi dan tanah longsor.  
Kanopi Beringin

Bentuk percabangan, perakaran dan pertumbuhan kanopi beringin juga dapat menahan benturan air hujan terhadap permukaan tanah, sehingga proses infiltrasi ke tanah menjadi lancar karena kerusakan lapisan tanah dapat dicegah. 



Pohon Beringin tentu memiliki kerugian diantarannya: Membutuhkan banyak tempat apalagi ketika mulai tumbuh besar, diameter batangnya mencapai dua meter dengan ketinggian hingga duapuluh meter lebih. Meski dapat menghadirkan kesan sejuk dan segar pohon ini dapat membuat rumah hunian menjadi mudah lembab, akibatnya banyak jamur berdatangan. 






Ada sebuah mitos di Alun-Alun Kidul Yogyakarta atau lebih tepatnya disebut Alun-Alun Selatan. Yakni melewati antara dua pohon beringin kembar yang disebut Ritual Masangin. Konon wisatawan yang bisa melewati jalan antara dua pohon beringin dengan mata tertutup hajatnya akan terkabul. Meskipun terdengar mudah dan jarak antara dua pohon beringin cukup lebar, namun tidak sedikit masyarakat yang gagal mencoba Masangin ini.



































Minggu, 08 Oktober 2023

AKU



Aku bernama Aisyah Hasna Nabilah Danise. Teman-temanku biasanya memanggilku Aisyah atau Ais. Namun jika di lingungan keluargaku aku dipanggil genduk atau nduk. Aku adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Jadi aku memiliki kakak laki-laki dan adik perempuan. Kami bertiga memiliki jarak 6 tahun. Kami saling menyayangi satu sama lain.  

Aku kelahiran tahun 2009 tanggal 18 April. Jadi aku berzodiak aries. Sekarang aku berusia 14 tahun.Dan aku bersekolah di SMPN 2 Jombang. Aku alumni MIN 1 Jombang, aku lulus pada saat zaman Corona. Sehingga dulu saat kelas 6 aku melaksanakan pembelajaran daring, saat wisuda pun tidak ramai-ramai dan kita datang sesuai jam nya lalu harus segera pulang karena bergantian dengan kelas lain.
  
Pada waktu MPLS alias Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah juga dilaksanakan secara online. Setiap pagi aku membuka aplikasi Goggle Meet untuk melaksanakan Bridging Course. BC atau Bridging Course adalah program matrikulasi untuk meningkatkan kemampuan awal siswa di tingkat SMP pada beberapa mata pelajaran. Pada saat itu masih terbentuk per gugus dan dipimpin oleh salah satu kakak OSIS. Walau sedikit membosankan tetapi aku tetap senang.

Saat kelas 7 aku masih menggunakan sistem pembelajaran dari rumah. Dulu aku dan teman-temanku absen di setiap pelajaran dengan mengisi nama di list wa sesuai nomor absen sedangkan untuk mengirim tugas di Goggle Classroom atau di grub wa pelajaran tersebut. Namun hal tersebut terjadi saat semester satu saja. Pada saat semester dua sudah melaksanakan pembelajaran di sekolah tetapi harus menerapkan prokes. Pembelajaran saat itu masih menggunakan sistem shift pagi dan siang.

 Saat kelas 8 sudah tidak ada sistem shift lagi. Aku dan temanku dapat duduk bersama di satu bangku. Tetapi kita masih tetap menerapakan prokes karena Covid masih bersebar luas. Dan dulu aku sempat mengikuti ekstra OSN IPS pada kelas 8 namun tak selang lama kemudian aku keluar. Pada semester 2 tepatnya bulan November aku dipilih menjadi pengurus kelas yaitu menjadi bendahara kelas. Aku menjadi bendahara 2.

 Pada saat kelas 9 waktu pembentukan pengurus kelas aku tetap menjadi bendahara kelas, padahal aku sudah berharap untuk tidak menjadi bendahara. Rasanya ingin mengundurkan diri. Aku sudah menjadi bendahara selama kurang lebih satu tahun. Setiap habis beli sesuatu aku harus menempelkan nota tersebut ke buku kas. Dan setiap akhir bulan aku harus membuat tabel pengeluaran dan pemasukan juga dengan tabel kas bulan depan. Menjadi bendahara pun susah susah gampang. 

        
        

WELCOME

 Selamat datang di Web blog saya

Web yang membahas, mengupas, menguraikan, tentang Informatika

POSTING TERJADWAL

  KISAH NABI SYUAIB DALAM BERDAKWAH                  Nabi Syuaib A.S diperkirakan lahir pada tahun 1600 SM. Secara harfiah syuaib memili...